WhatsApp-Button
Layakkah Menggunakan Galon Sekali Pakai

Layakkah Menggunakan Galon Sekali Pakai

Galon sekali pakai saat ini sedang ramai diperbincangkan bahkan sempat menjadi trending di media sosial. Menggunakan material dasar polyethylene terephthalate atau disingkat PET. Diklaim lebih aman bagi kesehatan pengguna. Sementara selama ini masyarakat lebih akrab dengan penggunaan galon isi ulang. Galon isi ulang menggunakan bahan bisphenol tipe A. Dikatakan berbahaya untuk kesehatan tubuh. Benarkah galon sekali pakai lebih aman? Apakah pengertian bahan PET dan BPA ? 

Fakta Kelayakan Menggunakan Galon Sekali Pakai

Zaman sekarang semua orang berlomba-lomba, mengurangi penggunaan material non daur ulang. Salah satu indikasi musuh bersama adalah sampah plastik. Bahkan secara khusus pemerintah mengkampanyekan tentang go-green. Kemudian muncul pro dan kontra mengenai penggunaan galon sekali pakai. Ketimbang kita bingung dengan pemberitaan yang simpang siur, lebih baik menyimak fakta berikut ini.

Galon sekali pakai, artinya hanya boleh dipergunakan satu kali saja. Sekilas pandang rasanya menggunakan AGSP atau air galon sekali pakai, seakan tidak sejalan dengan keputusan mengurangi sampah plastik. Padahal plastik yang dipergunakan berbahan diklaim lebih aman untuk pengguna ataupun lingkungan.

Polyethylene terephthalate atau PET termasuk dalam golongan plastik poliester termoplast. Resin polimer merupakan plastik yang jauh lebih aman untuk kesehatan ketimbang jenis bisphenol tipe A. Oleh sebab itu sebelum dipergunakan sebagai galon ini. Sudah terlebih dahulu sebagai bahan dasar,  makanan kemasan dan minuman seperti air mineral ukuran kecil. Dengan alasan produk terlindung dari kebocoran oksigen.

Sebisa mungkin masyarakat menghindari pencemaran lingkungan, terlebih yang diakibatkan sampah plastik. Membutuhkan waktu hingga 1000 tahun agar limbah plastik dapat terurai. Sekalipun memutuskan untuk mengolah limbah plastik, besar kemungkinan memicu meningkatnya level global warming.

Tidak heran jika galon ini belum sepopuler galon isi ulang. Meskipun diklaim lebih ramah lingkungan. Sebab air galon isi ulang, bukan berakhir di pembuangan sampah. Melainkan setelah habis dikonsumsi, akan dikirim kembali ke produsen untuk proses  pembersian, sterilisasi dan isi ulang.

Kenali Bahan Dasar Galon 

Sudah seharusnya sebagai konsumen turut mengenal bahan dasar produk yang selalu dipergunakan. Salah satunya adalah mengenali seluk beluk bahan dasar galon ini. PET disebut sebagai sampah plastik dengan nilai ekonomis tinggi. Karena bagi sejumlah pengepul material PET dapat dijual kembali serta mudah diolah sebagai material lain. Polyethylene terephthalate memiliki kode no 1 plastik daur ulang.

Mengolah kembali limbah plastik merupakan keputusan bijak, alih-alih membiarkan bumi mengurai dalam kurun waktu 1000 tahun. Jika sebelumnya PET dipergunakan mengemas air mineral ukuran 250 ml, 500 ml, hingga 1lt. Sekarang satu galon sekali pakai bisa menampung air minum hingga 19 lt.

Disisi lain galon isi ulang menggunakan material plastik kaku, keras, transparan. Notabene memang dapat dipergunakan untuk jangka waktu panjang. Sayangnya Bisphenol A atau BPA mengandung zat bawaan yang justru membuat kesehatan penggunanya terancam.

Adakah Resiko Bagi Kesehatan?

Galon sekali pakai berbahan PET memiliki ciri-ciri fisik kuat, namun ringan dan plastik terlihat transparan. Fungsi dari kemasan PET dalah mencegah produk mengalami proses karbonasi. Dimana karbondioksida terhalangi untuk keluar dan sebaliknya oksigen tidak dapat masuk.

Sayangnya bahan polyethylene terephthalate memiliki sifat antimotrioksida. Artinya material memiliki sifat karsinogen, zat yang disebut sebagai pemicu tumbuhnya sel kanker. Hal tersebut dapat terjadi apabila plastik polyethylene terephthalate anda simpan dalam ruangan hangat atau panas untuk jangka waktu panjang. 

Besar kemungkinan selama waktu penyimpanan, galon sekali pakai lantas melepaskan bahan berbahaya. Untuk sejumlah industri daur ulang material PET merupakan sumber pemasukan. Karena dapat diproduksi kembali menjadi dakron, kain polyester untuk baju, hingga campuran geotextile aspal jalan.

Sementara itu masalah kesehatan yang diakibatkan galon isi ulang diantaranya adalah :

  • Disfungsi reproduksi pria dan wanita,
  • Infertilitas, disfungsi ereksi, impoten,
  • Menapause dini, kemandulan,
  • Tumor, kanker,
  • Diabetes, obesitas, dll.

Dengan catatan material BPA masuk ke dalam tubuh atau bermigrasi melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi. Sekarang anda yang memutuskan apakah layak menggunakan galon sekali pakai? Atau justru masih lebih memilih galon isi ulang. Semoga artikel ini dapat membantu.