WhatsApp-Button
Lebih Baik Air Minum Isi Ulang atau Air Rebusan?

Lebih Baik Air Minum Isi Ulang atau Air Rebusan?

Air menjadi sumber kehidupan untuk makhluk hidup di bumi. Dengan adanya air, kita bisa menjalankan segala aktivitas dengan baik. Dalam sehari, setidaknya manusia membutuhkan 8 gelas air atau setara dengan 2 liter air. Air minum dapat kita peroleh dari air minum isi ulang, air mineral atau bisa juga dengan merebus air keran.

Tidak semua daerah memiliki sumber air yang cukup untuk dikonsumsi. Contohnya saja saat musim kemarau tiba, cukup banyak daerah di Indonesia yang mengalami kekeringan sehingga kebutuhan air bersih untuk diminum sangat sedikit, jika ini terjadi salah satu caranya dengan membeli air minum isi ulang atau air mineral. Dan sebaliknya, suplai air minum isi ulang pun juga terbatas, sehingga untuk minum masyarakat memanfaatkan air keran yang direbus.

Lebih Baik Air Minum Isi Ulang atau Air Rebusan?

Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang bertanya, manakah yang lebih baik dikonsumsi air minum isi ulang atau air rebusan? Sebenarnya air minum isi ulang banyak dipilih karena lebih praktis meskipun masyarakat perlu mengeluarkan uang tambahan, dibandingkan dengan merebus air. Disisi lain, air rebusan juga masih menjadi pilihan terbaik karena lebih hemat dan dianggap aman untuk dikonsumsi. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai air minum isi ulang dan air rebusan

 

  • Air Minum Isi Ulang

 

Pembahasan yang pertama adalah air minum isi ulang yang biasanya diproses dengan UV filter. Proses penyaringan dilakukan agar mikroba dan mikroorganisme lain tidak dapat bertahan. Pada proses ini juga akan membuat bakteri seperti E.coli dan Giardia lamblia terbunuh.

Jenis sistem UV filter memang sangat banyak, jadi setiap depot air minum isi ulang bisa saja menggunakan jenis sistem UV filter yang berbeda. Untuk pemilihan air minum yang baik, Anda perlu memastikan bahwa depot air minum memang menerapkan standar yang ketat dalam memproduksi air siap minum, setidaknya bisa menghilangkan 99,99% bakteri, jamur dan virus.

Sebenarnya Anda juga dapat memasang sendiri filter di rumah, namun perlu dipastikan bahwa semua komponennya sudah lengkap dan dapat berfungsi dengan baik. Jangan lupa juga untuk menguji sampel air di rumah Anda ke laboratorium yang bersertifikat agar dapat mengetahui di dalam air yang diuji terdapat kandungan apa saja.

 

  • Air Rebusan

 

Dan pembahasan yang kedua adalah air rebusan. Sebelum dikonsumsi, air terlebih dahulu direbus untuk menghilangkan mikroorganisme berbahaya yang bisa saja di air keran rumah Anda. Sumber air bisa didapatkan dari sumur ataupun PDAM.

Mikroorganisme penyebab penyakit dapat dibunuh dengan perebusan air keran, seperti Giardia dan Cryptosporidium. Namun ada juga bakteri atau mikroorganisme yang memang tidak bisa dibunuh meskipun air telah melalui proses perebusan. Dan juga proses perebusan yang kurang baik tidak bisa menghilangkan klorin yang ada pada air. Klorin sebenarnya bisa dihilangkan, namun dengan suhu yang tinggi pada saat perebusan.

Mana yang Lebih Baik?

Jadi dari kedua pilihan tadi, manakah yang lebih baik? Keduanya sama-sama baik. Untuk air minum isi ulang, Anda harus mengetahui terlebih dahulu sistem penyaringan yang digunakan seperti apa dan usaha air isi ulang harus memiliki izin juga memenuhi persyaratan dalam pengelolaan air.

Dan untuk air rebusan, sebaiknya pilihlah sumber mata air yang terbaik, bersih dan bebas dari pencemaran. Air yang terlihat jernih, belum tentu aman untuk dikonsumsi. Rebuslah air dengan suhu diatas 100 derajat celcius, karena sebagian besar organisme tidak bisa bertahan dengan suhu ini.