Begini Perhitungan Jual Air Isi Ulang supaya Tetap Untung

Begini Perhitungan Jual Air Isi Ulang supaya Tetap Untung

Pengetahuan tentang cara perhitungan jual air isi ulang sangat penting supaya usaha yang dijalankan bisa memberikan keuntungan yang maksimal. Anda perlu mengetahui apa saja biaya yang harus dikeluarkan dan berapa besar pendapatan yang bisa dihasilkan sehingga Anda bisa membuat target dan memperkirakan keuntungan yang akan didapatkan. Simak tulisan di bawah ini untuk tahu cara perhitungan yang benar.

Perhitungan Jual Air Isi Ulang agar Menguntungkan

Secara umum, bisnis air minum isi ulang terdiri dari tiga kelompok, yaitu:

  1. Usaha  air isi ulang biasa, yaitu air minum yang dijual tanpa merek atau menggunakan merek sendiri dan belum terkenal.
  2. Bisnis air isi ulang dengan teknologi RO (reverse osmosis) yang menghasilkan air siap minum dengan kualitas lebih baik dibanding air minum isi ulang biasa.
  3. Usaha air mineral bermerek, yaitu bisnis yang sifatnya hanya menjual air yang sudah diproses oleh pabrik, jadi pemilik usaha tidak perlu membeli alat untuk melakukan proses pengolahan sendiri.

Tulisan ini hanya akan membahas perhitungan untuk usaha air minum isi ulang jenis pertama dan kedua. Untuk mengetahui cara melakukan perhitungan jual air isi ulang dan faktor-faktor yang perlu diperhitungkan, simak contoh analisis usaha di bawah ini. Anda bisa mengubah angka-angka sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Modal yang Dibutuhkan

Sebelum memulai usaha ini, tentu Anda sudah harus mempersiapkan sejumlah uang sebagai modal awal. Modal awal ini diperlukan untuk membeli paket isi ulang air minum, galon kosong, dan perlengkapan lainnya.

Contoh perhitungannya adalah:

  • Paket mesin air isi ulang             : Rp25.000.000
  • Galon kosong 20x@Rp25.000 : Rp500.000
  • Perlengkapan lain : Rp500.000

Total                                                  : Rp31.000.000

Biaya Operasional

Biaya operasional adalah biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan dan biasanya besarnya relatif tetap. Untuk perhitungan jual air isi ulang, biaya operasional meliputi biaya listrik, air baku, gaji karyawan, dan lain-lain dengan contoh sebagai berikut.

  • Listrik : Rp200.000
  • Air baku pegunungan 2 truk x Rp200.000 : Rp400.000
  • Gaji karyawan 2 orang x Rp1.000.000 : Rp2.000.000
  • Lain-lain : Rp400.000

Total                                                                          : Rp3.000.000

Pendapatan Kotor

Setelah menghitung modal yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah menghitung perkiraan pendapatan kotor per bulan, yaitu total pendapatan sebelum dikurangi biaya operasional. Untuk itu, Anda harus menetapkan target berapa galon air isi ulang yang harus bisa dijual selama sebulan.

Dengan asumsi rata-rata harga jual air sebesar Rp6.000 per galon dan minimal penjualan 50 galon per bulan, pendapatan yang akan diperoleh adalah:

  • Keuntungan dalam sehari: 50 galon x Rp6.000 = Rp3.000.000
  • Pendapatan dalam sebulan: Rp 3 juta x 30 hari = Rp9.000.000

Pendapatan Bersih

Seperti pada bisnis lainnya, laba dihitung dari total pendapatan per bulan dikurangi dengan pengeluaran operasional per bulan. Pada contoh di atas, laba per bulan yang diperoleh adalah: Rp9.000.000 – Rp3.000.000 = Rp6.000.000.

Break Event Point (BEP)

Sebelum menikmati keuntungan, Anda harus menghitung break event point (BEP) atau waktu yang dibutuhkan sampai modal kembali. Dengan menggunakan contoh di atas, BEP akan dicapai setelah 5,16 bulan atau dibulatkan 6 bulan yang dihitung dengan cara berikut.

BEP = Modal yang dikeluarkan : Pendapatan bersih per bulan

= Rp31.000.000 : Rp6.000.000

= 5,16 bulan (dibulatkan 6 bulan)

Jika modal dan biaya operasional terbatas, Anda bisa melakukan penghematan misalnya dengan cara memilih paket mesin air isi ulang yang lebih ekonomis dan menjalankan usaha sendiri tanpa pegawai. Dengan begitu, perhitungan jual air isi ulang di atas akan menghasilkan BEP yang lebih cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *