Jenis Air Minum yang Layak Diolah

Jenis Air Minum yang Layak Diolah

Jenis Air Minum yang Layak di Olah – Air bersih bukan berarti layak untuk dikonsumsi. Terdapat sejumlah persyaratan kesehatan dari Menteri Kesehatan, terkait kelayakan air yang bisa dikonsumsi. Tujuan utama manusia mengkonsumsi air, lantaran tubuh memiliki kebutuhan besar untuk membantu sistem metabolisme. 

Sederhananya kita dapat merebus air untuk memperoleh air layak yang minum. Alasannya sudah pasti air yang manusia konsumsi haruslah sehat dan bersih. Terbebas dari kandungan polutan, zat kimia berbahaya, bakteri, bau tidak sedap, dan warna yang menandakan zat berbahaya tertentu.

Berbagai Jenis Air Layak Minum

Jenis Air Minum yang Layak Diolah – Tersedia sejumlah jenis air minum yang bisa diolah, bahkan langsung dikonsumsi setelah proses tertentu. Sejatinya air minum menjadi komoditas menguntungkan dalam sektor bisnis minim resiko. Agar bisa bekerja dengan baik tubuh manusia harus menerima asupan air setiap harinya kurang lebih 1.5 hingga 2 liter.

Maka dari itu dibutuhkan kehati-hatian saat memilih jenis air yang dapat diolah. Umumnya khalayak akan langsung fokus pada jenis air minum berasal dari alam. Namun sejalan dengan perkembangan zaman, teknologi juga membantu mengolah air sehingga layak diminum. Bahkan dipasaran tersedia air bergelembung dengan kandungan mineral dan zat baik yang menyegarkan.

1. Air Artesis

Air olahan yang mengikuti perkembangan zaman pertama adalah air artesis. Jenis air minum artesis berada di dalam lapisan batu bawah tanah. Mempunyai kandungan udara alami akibat lapisan akuifer di bawah tanah. Lapisan akuifer merupakan lapisan alami dari permukaa tanah. Cara memperoleh air artesis adalah dengan menyedot endapan air. Kemudian menyaringnya kembali menggunakan filtrasi pasir halus. Barulah air artesis diolah dengan memisahkan elektrolit serta zat kimia bermanfaat dengan zat tak bermanfaat dalam kandungannya.

2. Air Mineral 

Air mineral merupakan jenis air minum alami yang paling banyak dan umum ditemukan. Disebut sebagai air mineral lantaran air tersebut memang mengandung berbagai mineral baik untuk tubuh. Pegunungan yang sehat menjadi lokasi termudah menemukan sumber alami untuk air mineral. Proses pengolahan air jenis ini cukup panjang, serta mengedepankan sanitasi, higienis, serta kelayakan.

Komposisi kandungan mineral dari setiap sumber air berbeda-beda. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan kandungan mineral secara berkala. Bagi kesehatan air mineral membantu sistem metabolisme tubuh manusia. Selain itu diakui sejumlah besar orang jenis air minum mineral lebih enak dibandingkan air rebusan keran. Sayangnya masalah biaya menjadi kendala untuk masyarakat terus mengkonsumsi air mineral.

3. Air Alkali

Jenis air alkali lebih banyak ditemukan dalam bentuk kemasan sekali minum. Kandungan pH dalam air idealnya ada pada angka 7, namun alkali lebih dari itu. Kandungan air alkali diklaim memberikan dampak positif pada kesehatan tubuh manusia. Salah satu kabarnya air alkali bisa mengatasi penyakit maag dengan mengurangi kadar asam lambung. Melancarkan sistem pencernaan pada tubuh manusia, memperlambat penuaan, serta mengurangi terjadinya resiko kanker.

Jenis air minum alkali diperbolehkan untuk dikonsumsi masyarakat dengan jumlah tertentu. Lantaran sistem asa dari tingkat keasaman air, meski demikian keasamannya sendiri sanggup membunuh bakteri berbahaya untuk tubuh. PH dari air alkali dibandingkan dengan air mineral lebih tinggi. Termasuk berpotensi menghasilkan oksidasi negatif.

4. Air Glester

Jenis Air Minum yang Layak di Olah – Jenis air minum glester kurang populer di Indonesia. Air yang diperoleh dari tetesan alami glester haruslah terbebas dari kandungan racun. Dari segi harga, tidak semua golongan mau mengkonsumsi air glester lantaran mahal. Namun sejumlah besar supermarket telah memasarkan air glester secara aktif. Kandungan mineral yang tersimpan di dalam air glester komposisinya tidak jauh berbeda dengan air mineral.

5. Air Suling

Jenis air olahan lain yang dapat anda konsumsi adalah air suling. Proses pengolahanya melalui pemurnian air. Dimana air perlu diuapkan agar kotaminasi bahan yang berpotensi merusak tubuh dapat menguap. Sayangnya melalui tahap distilasi sejumlah kandungan mineral penting turut hilang. Air akan terlebih dahulu direbus, mengumpulkan uap yang mengembun dan menjadikannya cairan.

Anda dapat mengolah air minum dengan teknik suling, ketika berada di suatu wilayah dengan pasokan air kurang bagus. Perlu diingat meski dapat dikonsumsi, air tidak memiliki kandungan mineral ataupun vitamin.

6. Air Demineralisasi

Air demineralisasi termasuk jenis air yang harus diolah dengan cara pemurnian. Kandungan fluorida dalam air terbilang rendah. Sebab proses pengolahan air minum menyebabkan mineral alami menghilang. Fungsi utama fluorida untuk tubuh manusia, adalah menjaga kekuatan gigi. Sementara apabila terlalu berlebih gigi berpotensi mengalami fluorosis. Demikian pembahasan artikel seputar jenis air minum yang layak diolah. Semoga membantu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× HUBUNGI KAMI ! - Bonus 1 JUTA