WhatsApp-Button
Ternyata Seperti ini Proses Isi Ulang Air Minum

Ternyata Seperti ini Proses Isi Ulang Air Minum

Kini depot air minum memang bisa dengan mudah kita temukan dimana saja. Maka dari itu kita juga semakin mudah untuk mendapatkan air minum yang berkualitas. Namun meskipun banyak depot air minum, kita juga tetap perlu waspada dengan air yang dijual karena ada saja depot nakal yang melakukan kecurangan demi mendapat keuntungan.

Air minum isi ulang baik dan layak untuk dikonsumsi, salah satu cirinya yaitu diproses dengan cara yang baik pula. Nah, untuk proses isi ulang air minum itu sendiri Anda bisa mengetahuinya di bawah ini ya.

Penyimpanan

Air baku (air belum diproses) yang diperoleh dari sumbernya, lalu diangkut dengan tangki air, setelah itu ditampung dalam bak tendon. Tentunya bak tendon yang digunakan haruslah aman (food grade) sehingga terbebas dari berbagai bahan yang nantinya bisa mencemari air.

Pengaliran Air Baku

Pompa dan juga selang yang digunakan untuk air baku harus diberikan penutup yang baik. Selanjutnya disimpan di tempat yang aman dan terlindungi dari berbagai kemungkinan yang bisa menyebabkan air terkontaminasi. Pompa, selang dan tangki juga harus dibuat dari bahan food grade, tahan bahan kimia dan tahan korosi. Pompa yang dipakai berjenis jet dengan bahan material stainless.

Penyaringan

Untuk memperoleh air yang baik dan terbebas dari mikroorganisme, maka diperlukan 3 tahap penyaringan yaitu:

  1. Penyaringan pertama: untuk menyaring pertama ini, media yang digunakan adalah pasir (sand filter).
  2. Penyaringan kedua: dengan menggunakan carbon filter atau carbon aktif.
  3. Penyaringan ketiga: untuk penyaringan yang terakhir atau penyaringan yang ketiga menggunakan media micro filter sehingga bakteri atau mikroorganisme yang masih terdapat di air bisa terpisah.

Selain itu, proses penyaringan juga sangat berguna untuk menyeimbangkan unsur air agar air murni dapat diperoleh. 

Desinfeksi

Proses yang selanjutnya adalah desinfeksi. Proses ini bertujuan untuk melenyapkan kuman patogen. Proses desinfeksi juga tidak boleh sembarangan, karena harus sesuai dengan standar pemrosesan air minum itu sendiri, seperti:

  1. Hanya menggunakan Ozon (O3) yang berlangsung di dalam tangki. Pencampur ozon minimalnya harus 0,1 ppm. Sementara itu residu ozon setelah pengisian antara 0,06 – 0,1 ppm. Ozon berguna untuk mensterilisasi tempat filtrasi air atau media penyaringan, air, tangki air, tabung filter, dan instalasi lainnya agar terhindar dari berbagai kontaminasi.
  2. Gelombang ultraviolet untuk penyinaran memiliki kekuatan kekuatan 2.537 derajat Angstrom atau panjangnya sekitar 254 mm. Prosesnya yaitu air melewati tabung atau pipa yang disinari sinar UV dengan tujuan untuk membunuh bakteri, kuman dan mikroorganisme lainnya yang bisa saja terdapat pada air.

Pengisian

Galon juga terlebih dahulu perlu disiapkan sebagai wadah penampungan air. Galon yang sebelumnya digunakan perlu dibersihkan dengan baik. Tidak hanya luar galonnya saja, tetapi bagian dalam galon juga perlu dibersihkan dengan sikat khusus yang steril.

Air yang sudah disinari oleh ultra violet selanjutnya di isikan ke galon. Saluran pemindahan air ini juga harus steril dan dilakukan di tempat yang terjaga kehigienisannya sehingga tidak ada bakteri yang mengkontaminasi air.

Setelah galon terisi dengan air, maka galon diberikan tutup. Tutup galon juga harus food grade untuk menjaga keamanannya. Ciri galon food grade yaitu tidak terdapat bau plastik yang menyengat.

Seperti itulah proses isi ulang air minum yang bisa kita jumpai di depot. Jika terdapat depot yang tidak melakukan pengisian air seperti proses diatas, bisa jadi air yang dihasilkan belum layak untuk dikonsumsi. Demikian informasi yang kami sampaikan, semoga bisa menambah wawasan Anda ya.