WhatsApp-Button
Limbah Air RO Berbahaya atau Tidak untuk Dikonsumsi?

Limbah Air RO Berbahaya atau Tidak untuk Dikonsumsi?

Reverse osmosis merupakan teknologi pemurnian air minum paling baik sekarang ini. Hal ini dikarenakan mesin RO memakai membran berukuran 0.0001 micron yang disokong oleh Booster Pump dengan tekanan tinggi. Lalu, apakah limbah air RO berbahaya atau tidak?

Reverse osmosis menyingkirkan kontaminan dari air lewat membran semipermeable. Air mengalir dari bagian yang lebih terkonsentrasi (lebih banyak kontaminannya) dari membran RO ke bagian yang kurang terkonsentrasi (lebih sedikit kontaminannya) untuk memasok air minum yang bersih. Air tawar yang dihasilkan dinamakan permeat. Air terkonsentrasi yang masih tersisa dinamakan air reject atau air limbah.

Membran semipermeabel ini mempunyai pori-pori kecil yang menghalangi kontaminan namun memungkinkan molekul air masih tetap mengalir. Dalam proses osmosis air akan menjadi lebih terkonsentrasi saat melalui membran untuk memperoleh keseimbangan di kedua sisi. Reverse osmosis akan memblokir kontaminan memasuki sisi membran yang kurang terkonsentrasi sehingga yang mengalir cuma air bersih.

Sistem reverse osmosis membuang padatan terlarut seperti fluorida dan arsenik lewat membran RO. Filter karbon di dalam sistem RO menyingkirkan rasa dan aroma tak enak serta klorin, sedangkan filter sedimen membuang zat pengotor.  Disamping itu sistem reverse osmosis atau osmosis terbalik pun melenyapkan pestisida, herbisida, arsenik, klorin, endapan, kadar garam, zat fluor dan mengeluarkan beberapa kontaminan yang lain.

Reverse osmosis bisa melenyapkan beberapa bakteri, namun bakteri bisa berkembang pada membran dan berpeluang masuk pada persediaan air anda. Untuk menyingkirkan organisme dan virus yang tumbuh direkomendasikan menggunakan ultraviolet. Guna proses penyaringan air minum ini sistem RO (Reverse Osmosis) mengeluarkan dua hasil akhir yaitu air hasil pemurnian dan limbah air RO berupa air pembuangan.

Pada intinya, limbah air RO ialah air yang tidak berhasil menerobos lapisan membran RO yang memang ukurannya super kecil sekitar 0.0001 micron sehingga disalurkan melalui jalur tersendiri. Bila diperhatikan secara fisik limbah air RO ini masih jernih dan tak ada perbedaannya dengan air sebelum masuk ke dalam mesin RO. Air yang terbuang umumnya relatif banyak, biasanya 3 sampai 4 kali lipat dari air hasil pemurniannya yang siap dikonsumsi.

Selama ini limbah air Reverse Osmosis ini dibuang demikian saja maupun ada yang menyimpannya ke dalam bak mandi maupun digunakan untuk beragam kebutuhan mencuci, membilas dan menyiram. Tetapi di luar pemakaian tadi, tidak sedikit kita temui air buangan RO ini yang dimasukkan lagi ke dalam tangki penampungan atau tandon untuk dilakukan proses ulang kembali.

Akan tetapi mungkin dalam hati anda bertanya dan pertanyaannya adalah bolehkah air buangan RO ini untuk dilakukan proses ulang? Para praktisi tak menyarankan air buangan RO ini untuk dilakukan proses ulang. Berikut ini beberapa alasannya:

  • TDS air buangan lebih tinggi dari TDS awal sebelum dilakukan proses pemurnian. Umumnya TDS air buangan sekitar 10% hingga 20% lebih tinggi nilainya dari TDS awal.
  • – Akan mengakibatkan membran udah buntu.
  • – TDS hasil produksi biasanya nilainya akan meningkat.

Membran reverse osmosis (RO) adalah suatu media pengolahan air yang saat ini banyak dipergunakan oleh para pelaku usaha depot isi ulang air. Kinerjanya untuk mengurangi kandungan zat padat di dalam air atau Total Dissolved Solid (TDS) telah tidak disangsikan lagi.

Media penyaringan ini memiliki ukuran halus sekali sehingga sanggup merubah air keruh jadi air bersih dan jernih. Daya tarik lainnya adalah dari sisi harganya yang terbilang relatif murah. Harga yang cukup murah ini jadi tawaran yang menjanjikan keuntungan besar tersendiri. Ini dia yang menjadikan orang tertarik untuk mendirikan bisnis depot air minum RO.