Sejumlah Fakta Menarik Mengenai Gempa Bengkulu

Sejumlah Fakta Menarik Mengenai Gempa Bengkulu

Indonesia dikenal dengan negara kepulauan yang memiliki banyak pertemuan lempengan bumi, gunung dan lembah. Bahkan, dengan kondisi geografis tersebut membuat negara ini tergolong rawan mendapatkan masalah bencana alam misalnya saja gempa. Hal ini bahkan terbukti dengan adanya guncangan gempa yang melanda wilayah Bengkulu akhir-akhir ini. Gempa yang mengguncang Bengkulu ini tidak tanggung-tanggung. Bahkan, sudah mencapai angka diatas 6 magnitudo. Namun, tahukah anda tentang apa saja fakta-fakta dibalik gempa Bengkulu tersebut? Jika belum, simak.ulasannya di bawah ini.

1. Gempa Kembar

Gempa yang sempat mengguncang tanah Bengkulu pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2020 ini dinyatakan sebagai doublet oleh BMKG. Bagaimana tidak, dihari yang sama Bengkulu telah diterjang gempa dua kali dengan masing-masing berkekuatan 6.8 disusul dengan 6.9 magnitudo. Doublet earthquake sendiri merupakan istilah untuk gempa dua kali berturut-turut di tempat hampir berdekatan dengan skala gempa yang hampir sama besar. Dan, teori ini salah satunya terjadi di Bengkulu tersebut.

2. Selisih Waktu Singkat

Biasanya, sebuah wilayah yang mendapatkan gempa akan berpotensi mendapatkan gempa susulan. Namun tidak dengan selisih atau selang waktu yang singkat. Sedangkan, dua gempa yang dinyatakan sebagai gempa kembar tersebut hanya memiliki selisih jarak 6 menit saja. Menurut keterangan dari BMKG, gempa pertama berasal dari laut pada bagian barat daya di titik 169 km dengan kedalaman laut mencapai 24 km terjadi pada pukul 05.23 WIB. Gempa pertama ini memiliki kekuatan 6.8 magnitudo. Hingga 6 menit berikutnya disusul oleh gempa kedua dengan kekuatan 6.9 magnitudo. Pusat gempa juga di laut di titik 78 km pada arah barat daya dengan kedalaman laut mencapai 86 km. Gempa susulan ini tepatnya terjadi pada pukul 05.29 WIB.

3. Menyebar Ke Negara Tetangga

Singapura merupakan sebuah negara tetangga yang jaraknya cukup dekat dari Indonesia juga merasakan adanya getaran gempa juga merasakan getaran gempa kembar ini. Menurut laporan, beberapa warga menyatakan merasakan getaran gempa yang lumayan terasa. Apalagi yang berada di ketinggian misalnya di kamar-kamar apartemen lantai atas. Hal ini disinyalir akibat periode panjang dari gempa tersebut.

4. Tidak Berpotensi Tsunami

Walaupun pusat gempa berada di laut dengan kekuatan yang tergolong besar. Namun, BMKG menyatakan gempa kembar tersebut tidak memiliki potensi untuk terjadinya tsunami. Sebab, kepala BMKG sendiri menegaskan hasil yang didata oleh pihaknya memberikan kesimpulan negatif terhadap tsunami. Namun jika gempa diatas 7.0 magnitudo dengan posisi dangkal bisa memungkinkan munculnya tsunami. Hal inilah yang secara tidak langsung disyukuri banyak pihak.

5. Kejadian Yang Sama

Bahkan, pihak BMKG menegaskan gempa kembar ini bukanlah kali pertama terjadi di Bengkulu. Pada tanggal 12 dan 13 september tahun 2007 gempa model ini pernah terjadi mengguncang Mentawai dan Bengkulu. Bahkan, kekuatan gempa 2007 tersebut ternyata lebih besar yakni  8.4 magnitudo dan 7.8 magnitudo. Kondisi saat gempa kembar meneruang tahun 2007 cukup parah. Sehingga terasa hingga ke negara Thailand, Malaysia dan Singapura.

6. Banyaknya Gempa Susulan

Setelah gempa kembar guncang Bengkulu, ternyata pihak BMKG juga memastikan beberapa kali gempa susulan yang mulai terjadi dari jam 8.30 WIB. Dari catatan ini setidaknya diketahui ada 8 kali gempa susulan yang patut diketahui oleh masyarakat.  Gempa susulan ini memiliki kekuatan 3.4 M paling kecil hingga menuju 4.9 M.

Adanya kejadian gempa Bengkulu ini seharusnya membuat kita sadar akan kondisi geografis wilayah indonesia yang diapit lempengan bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *